Selamat Datang Di Laboratorium Akuntansi dan Keuangan IKOPIN

............................................................................

Selamat Datang Di Laboratorium Akuntansi dan Keuangan IKOPIN

............................................................................

Selamat Datang Di Laboratorium Akuntansi dan Keuangan IKOPIN

............................................................................

Selamat Datang Di Laboratorium Akuntansi dan Keuangan IKOPIN

............................................................................

Selamat Datang Di Laboratorium Akuntansi dan Keuangan IKOPIN

............................................................................

Senin, 19 Januari 2026

NILAI AKHIR PRAKTIKUM SEMESTER GANJIL 2025

Hallo balance people👋


Gimana nih kabarnya? semoga baik-baik aja yaaa...


Balance people pasti udah gasabar kan pengen tau nilai akhir yang balance people dapet di lab, yukk langsung aja cek nilai semester ganjil kalian dan semoga hasilnya memuaskan yaa😉


Nilai Akhir Akuntansi Biaya 1

Nilai Akhir Akuntansi Biaya 1 (Ngulang)

Nilai Akhir Akuntansi Keuangan 1

Nilai Akhir Akuntansi Keuangan 2

Nilai Akhir Akuntansi Koperasi 

Nilai Akhir Akuntansi Koperasi (Ngulang)

Nilai Akhir Pengantar Akuntansi 1


Besar atau kecil nilai yang balance people dapat itu merupakan hasil dan usaha balance people sendiri yaa, jangan lupa apresiasikan usaha yang telah balance people berikan. Semoga balance people dapat terus mempertahankan dan meningkatkan nilai praktikumnya yaaa💫


Semangattttttt terus balance people dan selamat menjalani ujian akhir semesternya ya👋😊

Share:

BANK SOAL UAP GANJIL 2025

Hallo Balance People gimana nih kabarnya? semoga tetap sehat selalu dan bahagia yaa


Ada kabar baik nih, bagi balance people yang ingin belajar kembali soal-soal UAP Ganjil 2026,


balance people bisa download Disini

Share:

Rabu, 14 Januari 2026

BALANCE FACT : AMORTISASI AKTIVA TIDAK BERWUJUD

 


Amortisasi Aktiva Tidak Berwujud


1. Pengertian Aktiva Tidak Berwujud

Aktiva tidak berwujud merupakan aset yang dimiliki perusahaan tanpa bentuk fisik, namun mampu memberikan manfaat ekonomi di masa yang akan datang. Aktiva ini muncul karena adanya hak atau keistimewaan tertentu yang melekat pada perusahaan, baik yang diperoleh melalui pembelian maupun hasil pengembangan sendiri. Walaupun tidak berwujud secara fisik, aktiva ini memiliki peran penting dalam menunjang kegiatan operasional perusahaan.

2. Karakteristik Aktiva Tidak Berwujud

Aktiva tidak berwujud memiliki beberapa karakteristik utama, yaitu tidak memiliki bentuk fisik, digunakan dalam kegiatan operasional perusahaan, serta memberikan manfaat ekonomi lebih dari satu periode akuntansi. Selain itu, aktiva tidak berwujud umumnya berkaitan dengan hak hukum atau hak kontraktual yang memberikan keunggulan tertentu bagi perusahaan dibandingkan pihak lain.

3. Pengertian Amortisasi Aktiva Tidak Berwujud

Amortisasi aktiva tidak berwujud merupakan proses pengalokasian harga perolehan aktiva tidak berwujud secara sistematis selama masa manfaatnya. Amortisasi dilakukan agar biaya perolehan aktiva tersebut dapat dibebankan secara proporsional pada periode-periode yang menerima manfaat dari penggunaan aktiva tersebut. Proses ini bertujuan untuk mencerminkan penggunaan manfaat ekonomi aktiva secara wajar dalam laporan keuangan.

4. Pencatatan Amortisasi Aktiva Tidak Berwujud

Amortisasi hanya diterapkan pada aktiva tidak berwujud yang memiliki masa kegunaan terbatas. Metode dan cara amortisasi pada dasarnya sama dengan penyusutan aktiva tetap berwujud. Dalam pencatatannya, beban amortisasi dicatat dengan mendebet akun beban amortisasi dan mengkredit akun aktiva tidak berwujud yang bersangkutan.

Contoh aktiva tidak berwujud yang dapat diamortisasi adalah hak paten dan hak cipta. Hak paten diberikan untuk jangka waktu tertentu sehingga harus diamortisasi selama masa manfaatnya. Hak cipta juga diamortisasi selama hak tersebut masih memberikan manfaat ekonomi bagi perusahaan.


5. Aktiva Tidak Berwujud yang Tidak Diamortisasi

Aktiva tidak berwujud yang memiliki masa manfaat tidak terbatas tidak dilakukan amortisasi. Salah satu contoh aktiva tersebut adalah goodwill. Goodwill tidak dialokasikan sebagai beban secara periodik, tetapi dilakukan pengujian penurunan nilai apabila terdapat indikasi bahwa nilai tercatatnya tidak lagi mencerminkan manfaat ekonomi yang diharapkan.


Simpulan

Amortisasi aktiva tidak berwujud merupakan perlakuan akuntansi yang penting dalam penyusunan laporan keuangan. Melalui amortisasi, biaya perolehan aktiva tidak berwujud dapat dialokasikan sesuai dengan masa manfaatnya sehingga laporan keuangan mampu menyajikan informasi yang lebih wajar dan relevan mengenai posisi keuangan dan kinerja perusahaan.



Daftar Pustaka

Satria, Dy Ilham. (2016). Modul Akuntansi Keuangan 1. Univer

sitas Malikussaleh.


Share:

Minggu, 14 Desember 2025

BALANCE FACT : PARTISIPASI JASA DALAM KOPERASI

 


PARTISIPASI JASA DALAM KOPERASI


1. Pengertian Partisipasi Jasa dalam Koperasi

Partisipasi jasa dalam koperasi berarti keterlibatan aktif para anggota dalam kegiatan usaha koperasi, tidak hanya melalui penyertaan modal, tetapi juga dengan memberikan waktu, tenaga, dan pemanfaatan jasa yang disediakan koperasi. Menurut Hendar dan Kusnadi (2005) dalam buku Ekonomi Koperasi untuk Perguruan Tinggi, keikutsertaan anggota dalam berbagai aktivitas koperasi merupakan wujud penerapan nilai kebersamaan dan gotong royong. Dengan kata lain, partisipasi jasa menunjukkan peran anggota sebagai pengguna layanan sekaligus sebagai motor penggerak keberhasilan koperasi.

2. Tujuan Partisipasi Jasa dalam Koperasi

Partisipasi jasa memiliki tujuan untuk memperkuat kegiatan ekonomi koperasi dengan mendorong keterlibatan langsung anggota dalam pengelolaan dan pemanfaatan layanan koperasi. Melalui partisipasi jasa, koperasi dapat menjalankan usahanya secara lebih efisien dan mempererat hubungan antaranggota. Selain itu, partisipasi ini juga menumbuhkan rasa tanggung jawab dan kesadaran bersama bahwa kemajuan koperasi sangat bergantung pada dukungan anggotanya.

3. Manfaat Partisipasi Jasa dalam Koperasi

Partisipasi jasa memberikan berbagai manfaat, antara lain meningkatkan loyalitas dan rasa memiliki anggota terhadap koperasi, memperluas skala usaha, serta memperkuat posisi koperasi dalam perekonomian masyarakat. Dengan adanya keterlibatan aktif anggota, koperasi akan lebih mudah berkembang dan memberikan manfaat ekonomi secara adil bagi semua pihak yang terlibat. Semakin tinggi tingkat partisipasi jasa, semakin besar pula potensi koperasi untuk mencapai tujuan bersama.

4. Simpulan

Partisipasi jasa dalam koperasi merupakan bentuk keterlibatan nyata anggota dalam menjalankan dan memajukan usaha koperasi, tidak hanya melalui penyertaan modal tetapi juga melalui penggunaan, pengelolaan, serta dukungan terhadap layanan koperasi. Partisipasi ini mencerminkan semangat kebersamaan dan tanggung jawab sosial antaranggota. Dengan meningkatnya partisipasi jasa, koperasi akan lebih mudah berkembang, meningkatkan kesejahteraan anggota, dan mewujudkan tujuan utama koperasi yaitu kemakmuran bersama.


Sumber:

Hendar & Kusnadi. (2005). Ekonomi Koperasi untuk Perguruan Tinggi. Jakarta: Lembaga Penerbit FE UI.

Share:

Selasa, 02 Desember 2025

BANK SOAL UTP GANJIL 2025

 Hallo Balance People gimana nih kabarnya? semoga tetap sehat selalu dan bahagia yaa


Ada kabar baik nih, bagi balance people yang ingin belajar kembali soal-soal UTP Ganjil 2025,


balance people bisa download Disini

Share:

Jumat, 14 November 2025

BALANCE FACT: AKUNTANSI PRODUK CACAT

 

Penanaman Modal Dalam Saham Dan Dana

Sumber: Intermediate Accounting – Prof. Dr. Zaki Baridwan, M. Sc., Akt.


• Investasi Saham Perusahaan

Perusahaan bisa menggunakan uang berlebihnya untuk membeli saham perusahaan lain. Cara pencatatan pembelian saham ini (sebagai investasi jangka pendek atau jangka panjang) tergantung pada tujuan pembeliannya.

1. Investasi Jangka Pendek (Aset Lancar)

Tujuan: Untuk menggunakan uang yang sedang tidak terpakai (menganggur). Saham ini dibeli dengan niat untuk cepat dijual saat perusahaan butuh uang tunai mendadak.

Pencatatan: Dicatat sebagai investasi jangka pendek dan termasuk dalam aset lancar (aset yang mudah diubah jadi uang tunai).

2. Investasi Jangka Panjang

Tujuan: Jika saham dibeli bukan untuk tujuan cepat dijual demi kebutuhan uang tunai, maka dicatat sebagai investasi jangka panjang.

Tujuan utama investasi jangka panjang dalam saham biasanya adalah:

• Mengontrol perusahaan lain: Untuk memiliki kendali atau pengaruh signifikan terhadap perusahaan yang sahamnya dibeli.

• Mendapat penghasilan rutin: Untuk menerima dividen atau pendapatan tetap secara berkala.

• Membentuk dana khusus: Untuk mengumpulkan uang demi tujuan tertentu di masa depan (misalnya, dana pelunasan utang atau dana ekspansi).

• Memastikan pasokan bahan baku: Untuk menjaga kelancaran atau ketersediaan bahan baku penting dari perusahaan pemasok.

• Menjaga relasi antarperusahaan: Untuk memperkuat hubungan bisnis atau kerja sama dengan perusahaan lain.

Memilih Jenis Saham untuk Investasi

Keputusan untuk membeli saham biasa atau saham prioritas tergantung pada tujuan investasi, yang diantaranya:

- Jika tujuannya adalah mendapatkan pendapatan yang stabil (dividen tetap) setiap periode, lebih baik memilih saham prioritas.

- Jika tujuannya adalah mengawasi atau mengontrol perusahaan lain, lebih baik memilih saham biasa karena saham jenis ini memiliki hak suara dalam rapat pemegang saham.

Perusahaan yang memiliki sebagian besar saham perusahaan lain disebut Perusahaan Induk (Parent Company), dan perusahaan yang dikendalikan itu disebut Anak Perusahaan (Subsidiary Company).

• Metode Pencatatan Investasi Saham (Tergantung Jumlah Kepemilikan)

Cara perusahaan mencatat investasi sahamnya sangat ditentukan oleh seberapa besar persentase saham yang mereka miliki di perusahaan lain. Persentase ini mengacu pada jumlah lembar saham yang dimiliki dibandingkan dengan total saham yang beredar.

Perusahaan yang memiliki saham lebih dari 50% disebut Induk Perusahaan dan perusahaan yang dimiliki disebut Anak Perusahaan. Karena adanya pengendalian penuh, laporan keuangan keduanya dikonsolidasikan (dijadikan satu laporan).

Pembelian Saham dan Penentuan Harga Pokok

Saham dapat dibeli dengan uang tunai atau ditukar dengan aset lain. Cara pembelian ini menentukan bagaimana kita mencatat harga pokok (biaya perolehan) saham tersebut.

1. Pembelian dengan Uang Tunai

Harga Pokoknya adalah total semua biaya yang dikeluarkan, meliputi:

- Harga beli saham itu sendiri (harga kurs).

- Semua biaya tambahan (komisi broker, meterai, dan lain-lain).

Jumlah total ini dicatat dengan mendebit akun Investasi dalam Saham.

2. Pembelian dengan Menukar Aset

Harga Pokok Saham dicatat sebesar harga pasar aset yang berikan sebagai gantinya.

Jika harga pasar aset yang ditukar tidak diketahui, maka harga pokok saham dicatat sebesar harga pasar saham yang diperoleh.

Jika keduanya (harga pasar aset dan saham) tidak diketahui, nilainya harus ditaksir (diperkirakan).

Catatan Khusus untuk Saham Prioritas

Jika membeli saham prioritas bukan pada tanggal pembayaran dividen, biasanya dividen yang sudah terutang (dividen yang seharusnya sudah diterima dari tanggal terakhir pembayaran dividen sampai tanggal pembelian) akan tetap diperhitungkan dalam transaksi jual beli.

3. Pembelian Saham Secara Gabungan (Lumpsum)

Terkadang membeli dua jenis saham atau lebih sekaligus dalam satu transaksi dengan total harga tunggal. Masalahnya adalah: bagaimana cara membagi total harga beli itu untuk masing-masing jenis saham? Ini disebut alokasi harga beli.

Dividen

Dividen adalah pembagian keuntungan (laba) perusahaan kepada para pemegang saham. Jumlah dividen yang diterima tergantung pada berapa lembar saham yang dimiliki.

Meskipun dividen biasanya dibagikan dalam bentuk uang tunai, jika kas perusahaan tidak mencukupi, dividen dapat dibagikan dalam bentuk lain, yaitu:

- Uang Tunai (Kas).

- Aset Lain (selain uang tunai dan saham perusahaan sendiri).

- Saham Baru (Dividen Saham).

Dividen Saham (Stock Dividend)

Dividen Saham adalah pembagian keuntungan oleh perusahaan kepada pemegang saham dalam bentuk saham tambahan, bukan uang tunai.

Bagi investor, ini artinya:

- Jumlah lembar saham bertambah (Dapat saham gratis).

- Total biaya perolehan (harga pokok) tetap sama.

- Nilai total investasi tidak berubah, hanya saja sekarang dipecah menjadi lebih banyak lembar saham.

Jenis Dividen Saham dan Cara Pencatatannya

Pencatatan dividen saham tergantung pada jenis saham yang diterima:

1. Menerima Saham yang Sejenis (Paling Umum)

- Contoh: Pemiliki saham biasa, dan dividen yang diterima juga saham biasa.

- Dampak: Jumlah lembar saham bertambah, tetapi total biaya perolehan (nilai buku) tetap.

- Pencatatan: Tidak perlu membuat jurnal akuntansi. Cukup membuat memo (catatan internal) untuk menunjukkan bahwa jumlah lembar saham bertambah.

- Saat Dijual: Ketika menjual saham tersebut, harga pokok per lembar saham yang digunakan adalah harga pokok per lembar yang baru (total biaya perolehan dibagi jumlah lembar saham yang baru).

2. Menerima Saham yang Berbeda Jenis

- Contoh:Pemilik saham biasa, dan dividen yang diterima adalah saham prioritas.

- Pencatatan: Total biaya perolehan awal harus dibagi (dialokasikan) kepada kedua jenis saham (saham lama dan saham dividen baru) berdasarkan nilai pasar relatif masing-masing saham pada saat itu.

3. Menerima Saham Sebagai Pengganti Dividen Tunai

Jika dividen saham ini diberikan sebagai pengganti dari dividen tunai yang seharusnya terima:

- Saham yang diterima dicatat sebagai penghasilan dividen.

- Harga pokok saham awal tidak berubah.

- Rekening penghasilan dividen dicatat sebesar harga pasar saham yang diterima.

Jika Saham Dibeli Bertahap

Jika membeli saham awal dalam beberapa kali pembelian dengan harga yang berbeda-beda, maka dividen saham yang diterima harus dikaitkan dengan masing-masing kelompok pembelian tersebut. Ini dilakukan agar dapat menghitung harga pokok yang akurat untuk setiap kelompok saham yang kini jumlah lembarnya sudah bertambah

Share:

Selasa, 14 Oktober 2025

BALANCE FACT: AKUNTANSI BIAYA "PRODUK CACAT"

 


A. AKUNTANSI PRODUK CACAT

Produk cacat adalah unit barang yang tidak memenuhi standar kualitas yang ditetapkan dan memerlukan tindakan perbaikan agar dapat dijual. Contohnya termasuk produk dengan kerusakan fisik atau ketidaksesuaian spesifikasi. Penanganan produk cacat secara efektif sangat penting bagi perusahaan untuk mengurangi kerugian dan menjaga citra merek.

1. Faktor Penyebab Produk Cacat

Produk cacat dapat disebabkan oleh berbagai faktor, seperti kualitas bahan baku yang buruk, kesalahan dalam proses produksi, atau desain yang kurang memadai. Dalam kasus Perusahaan Mebel Indah, produk cacat yang dihasilkan memerlukan perbaikan, dan biaya yang terkait dengan perbaikan ini harus dicatat secara rinci. Biaya ini meliputi biaya bahan perbaikan, upah tenaga kerja langsung yang terlibat, dan biaya overhead pabrik yang terkait dengan proses perbaikan.

2. Dampak Perubahan Permintaan Konsumen

Perubahan dalam permintaan konsumen dapat memengaruhi proses produksi dan biaya terkait. Ketika permintaan meningkat, perusahaan mungkin perlu menyesuaikan desain produk atau meningkatkan kapasitas produksi. Perubahan ini dapat memengaruhi biaya produksi, dan semua perubahan tersebut harus dicatat secara akurat. Misalnya, jika ada peningkatan permintaan untuk produk tertentu, perusahaan harus menyesuaikan kapasitas produksi dan mencatat biaya tambahan yang mungkin timbul.

3. Perhitungan Biaya Produksi yang Komprehensif

Perhitungan biaya produksi mencakup semua elemen biaya yang terkait dengan pembuatan produk, termasuk biaya bahan baku, biaya tenaga kerja langsung, dan biaya overhead pabrik. Sebagai ilustrasi, jika biaya bahan untuk suatu produk adalah Rp50.000, biaya tenaga kerja langsung adalah Rp30.000, dan biaya overhead pabrik adalah Rp20.000, maka total biaya produksi adalah Rp100.000. Pencatatan yang akurat dari semua biaya ini sangat penting untuk memberikan gambaran yang jelas tentang kinerja keuangan perusahaan.

B. KESIMPULAN 

Manajemen produk cacat yang efektif dalam akuntansi sangat penting untuk menjaga stabilitas keuangan perusahaan. Dengan memahami penyebab produk cacat dan mencatat semua biaya yang terkait dengan perbaikan, perusahaan dapat mengidentifikasi area yang perlu ditingkatkan dalam proses produksinya. Selain itu, perusahaan harus dapat mengelola perubahan yang disebabkan oleh fluktuasi permintaan konsumen dan mencatat semua biaya yang terkait dengan perubahan ini. Dengan pendekatan akuntansi yang sistematis terhadap produk cacat dan biaya produksi, perusahaan dapat meningkatkan efisiensi, mengurangi pemborosan, dan mencapai tingkat profitabilitas yang lebih tinggi.


Referensi

- Suwardjono, J. (2011). Akuntansi Biaya. Yogyakarta: Salemba Empat.

- Horngren, C. T., Datar, S. M., & Rajan, M. (2015). Cost Accounting: A Managerial Empha

sis. Pearson.

Share:

INFO LAIN

Blog's

Diberdayakan oleh Blogger.

Blog Archive

Blogger templates