Selamat Datang Di Laboratorium Akuntansi dan Keuangan IKOPIN

............................................................................

Selamat Datang Di Laboratorium Akuntansi dan Keuangan IKOPIN

............................................................................

Selamat Datang Di Laboratorium Akuntansi dan Keuangan IKOPIN

............................................................................

Selamat Datang Di Laboratorium Akuntansi dan Keuangan IKOPIN

............................................................................

Selamat Datang Di Laboratorium Akuntansi dan Keuangan IKOPIN

............................................................................

Jumat, 10 Juli 2026

BANK SOAL UAP GANJIL 2026

Hallo Balance People👋
gimana nih kabarnya? 🤗🤗🤗
semoga tetap sehat selalu dan bahagia yaa

Ada kabar baik nih, bagi balance people yang ingin belajar kembali soal-soal UAP Ganjil 2026,


balance people bisa download disini

Share:

Jumat, 03 Juli 2026

NILAI AKHIR PRAKTIKUM SEMESTER GENAP 2026

 Hallo balance people👋


Gimana nih kabarnya? semoga baik-baik aja yaaa...


Balance people pasti udah gasabar kan pengen tau nilai akhir yang balance people dapet di lab, yukk langsung aja cek nilai semester genap kalian dan semoga hasilnya memuaskan yaa😉


Nilai Akhir Pengantar Akuntansi 2

Nilai Akhir Akuntansi Biaya 1

Nilai Akhir Akuntansi Biaya 1 (Ngulang)

Nilai Akhir Akuntansi Biaya 2

Nilai Akhir Akuntansi Koperasi

Nilai Akhir Akuntansi Koperasi (Ngulang)

Nilai Akhir Akuntansi Keuangan 1

Nilai Akhir Akuntansi Keuangan 2

Nilai Akhir Komputerisasi Akuntansi


Besar atau kecil nilai yang balance people dapat itu merupakan hasil dan usaha balance people sendiri yaa, jangan lupa apresiasikan usaha yang telah balance people berikan. Semoga balance people dapat terus mempertahankan dan meningkatkan nilai praktikumnya yaaa💫


Semangattttttt terus balance people dan selamat menjalani ujian akhir semesternya ya👋😊

Share:

Minggu, 14 Juni 2026

BALANCE FACT: PERSEDIAAN BARANG DAGANG

 

PERSEDIAAN BARANG DAGANG


1. Pengertian Persediaan

Menurut PSAK 202, Persediaan adalah aset yang dimiliki untuk dijual dalam kegiatan usaha normal, dalam proses produksi untuk penjualan, atau dalam bentuk bahan dan perlengkapan yang akan digunakan dalam proses produksi atau pemberian jasa. Dalam perusahaan dagang, persediaan umumnya berupa barang yang dibeli untuk dijual kembali tanpa melalui proses produksi. Dengan demikian, persediaan memiliki peran penting sebagai sumber utama pendapatan perusahaan karena akan menghasilkan arus masuk kas melalui penjualan.


2. Ruang Lingkup Persediaan

PSAK 202 mengatur perlakuan akuntansi persediaan secara menyeluruh, mulai dari pengakuan, pengukuran, hingga pengungkapan dalam laporan keuangan. Standar ini mencakup penentuan biaya perolehan, metode penilaian persediaan, pengakuan persediaan sebagai beban (Harga Pokok Penjualan), serta perlakuan terhadap penurunan nilai persediaan. Namun, tidak semua jenis persediaan diatur dalam PSAK ini, karena beberapa aset seperti aset biologis atau instrumen keuangan diatur dalam standar lain.


3. Pengakuan Persediaan

Persediaan diakui sebagai aset jika:

 Entitas memiliki kendali atas barang

 Mengandung manfaat ekonomi di masa depan

 Dapat diukur secara andal

Dalam praktiknya, pengakuan ini juga dipengaruhi oleh syarat penyerahan barang, seperti FOB shipping point atau FOB destination, yang menentukan kapan hak kepemilikan berpindah dari penjual ke pembeli.


4. Pengukuran Persediaan

 PSAK 202 menetapkan bahwa persediaan harus diukur sebesar biaya perolehan atau nilai realisasi neto (Net Realizable Value/NRV), mana yang lebih rendah. Biaya perolehan mencakup seluruh biaya yang dikeluarkan untuk memperoleh persediaan hingga berada dalam kondisi dan lokasi siap dijual, seperti harga beli, bea impor, pajak yang tidak dapat dikreditkan, serta biaya angkut dan penanganan, setelah dikurangi diskon atau potongan pembelian.

 Sementara itu, nilai realisasi neto merupakan estimasi harga jual dalam kegiatan usaha normal dikurangi biaya penyelesaian dan biaya penjualan. Prinsip ini bertujuan untuk mencegah penyajian nilai persediaan yang terlalu tinggi dalam laporan keuangan.


5. Pengakuan sebagai Beban (HPP)

 PSAK 202 menyatakan bahwa ketika persediaan dijual, maka nilai tercatat persediaan tersebut harus diakui sebagai beban dalam bentuk Harga Pokok Penjualan (HPP). Hal ini menunjukkan bahwa persediaan memiliki hubungan langsung dengan laba rugi perusahaan, karena semakin besar HPP maka laba yang dihasilkan akan semakin kecil, dan sebaliknya.


6. Pengungkapan dalam Laporan Keuangan

Menurut PSAK 202 dari Ikatan Akuntan Indonesia, entitas wajib mengungkapkan:

 Kebijakan akuntansi yang digunakan untuk persediaan

 Metode penilaian persediaan (FIFO atau rata-rata)

 Jumlah tercatat persediaan

 Jumlah penurunan nilai (write-down)

 Jumlah pembalikan penurunan nilai (reversal)

 Kondisi atau peristiwa yang menyebabkan penurunan nilai

 Persediaan yang dijadikan jaminan (jika ada)


7. Metode Penentuan Biaya Persediaan

Metode yang diperbolehkan dalam PSAK 202:

 FIFO (First In First Out) → barang yang pertama dibeli dianggap dijual terlebih dahulu

 Rata-rata tertimbang (Weighted Average) → biaya dihitung dari rata-rata seluruh unit

Metode yang tidak diperbolehkan dalam PSAK 202:

LIFO (Last In First Out) → Menganggap barang terakhir dibeli dijual terlebih dahulu

 Alasan:

o Tidak mencerminkan aliran fisik barang

o Dapat membuat laporan keuangan kurang relevan dan tidak representative


8. Metode Pencatatan Persediaan

Terdapat 2 metode pencatatan:

1) Sistem Perpetual

 Persediaan dicatat setiap transaksi

 Nilai persediaan selalu update

 HPP bisa langsung diketahui

 Cocok untuk perusahaan besar / sistem modern

2) Sistem Periodik

 Persediaan tidak dicatat setiap transaksi

 Dihitung di akhir periode (stock opname)

 HPP dihitung di akhir periode

 Lebih sederhana, cocok usaha kecil


Sumber :

PSAK 202: Persediaan – Ikatan Akuntan Indonesia (IAI)

Share:

Kamis, 14 Mei 2026

BALANCE FACT : LAPORAN ARUS KAS

 


LAPORAN ARUS KAS

1. Ruang Lingkup Standar

PSAK 207 menggantikan PSAK 2 (Laporan Arus Kas). Peralihan ini mengikuti PSAK baru yang merujuk IAS 7 Statement of Cash Flows dengan nomor standar diperbarui untuk PSAK setelah harmonisasi dengan IFRS.

PSAK 207 (Laporan Arus Kas) mengatur:

 Tujuan pelaporan arus kas

 Definisi kas dan setara kas

 Aktivitas arus kas

 Penyajian aktivitas kas

 Pengungkapan arus kas dari aktivitas investasi dan pendanaan

 Pengungkapan arus kas ketidak-likuidan tertentu dan liabilitas pendanaan yang timbul

2. Definisi Kas, Setara Kas, dan Laporan Arus Kas

 Kas merupakan uang tunai dan saldo giro yang tersedia (dapat digunakan kapan saja dan tidak perlu dikonversi terlebih dahulu) dapat berupa cash on hand atau cash in bank.

 Setara kas merupakan investasi yang sangat likuid yang mudah dicairkan menjadi kas dengan risiko perubahan nilai yang tidak signifikan dan jatuh tempo tidak lebih dari 3 bulan sejak tanggal perolehan.

 Laporan arus kas merupakan merupakan laporan yang menyajikan informasi mengenai arus masuk dan arus keluar kas dan setara kas selama suatu periode, yang diklasifikasikan berdasarkan aktivitas operasi, investasi, dan pendanaan.

Secara sederhana, laporan arus kas menjelaskan dari mana kas diperoleh dan untuk apa kas digunakan dalam satu periode akuntansi.

3. Tujuan Laporan Arus Kas

 Menurut PSAK 207, informasi tentang arus kas suatu Perusahaan berguna bagi para pemakai laporan keuangan sebagai dasar untuk menilai kemampuan Perusahaan dalam menghasilkan kas dan setara kas, serta menilai kebutuhan perusahaan dalam menggunaan arus kas tersebut. Dalam proses pengambilan Keputusan ekonomi, para pemakai perlu melakukan evaluasi terhadap kemampuan perusahaan dalam menghasilkan kas dan setara kas serta kepastian perolehannya. Selain itu, tujuan laporan arus kas juga adalah sebagai berikut:

 Menilai kemampuan perusahaan menghasilkan kas dan setara kas

 Menilai kemampuan perusahaan memenuhi kewajiban jangka pendek

 Menilai kebutuhan perusahaan terhadap penggunaan kas

 Membantu pengguna laporan keuangan dalam menilai likuiditas dan solvabilitas

 Menjadi dasar evaluasi kinerja keuangan Perusahaan

4. Klasifikasi Arus Kas

 PSAK 207 menetapkan tiga kelompok utama arus kas berdasarkan aktivitas yaitu:

 Arus Kas dari Aktivitas Operasi:

Arus kas yang berasal dari aktivitas utama entitas menghasilkan pendapatan.

 Arus Kas dari Aktivitas Investasi:

Arus kas yang berkaitan dengan perolehan dan pelepasan aset jangka panjang dan investasi lain selain kas & setara kas.

 Arus Kas dari Aktivitas Pendanaan

Arus kas yang berasal dari perubahan ukuran dan komposisi modal penyandang dana dan pinjaman perusahaan.

5. Penyajian Arus Kas

 Metode Langsung (Direct Method)

 Menurut PSAK 207, arus kas dari aktivitas operasi dapat disajikan dengan metode langsung, yaitu mencatat arus kas masuk dan keluar secara bruto dari aktivitas operasi yang utama (misalnya kas diterima dari pelanggan, kas dibayarkan ke pemasok dan karyawan).

 Metode Tidak Langsung (Indirect Method)

 PSAK 207 juga memperbolehkan metode tidak langsung untuk arus kas dari aktivitas operasi. Metode ini memulai dari laba atau rugi akuntansi, lalu disesuaikan untuk transaksi nonkas seperti penyusutan, akrual, dan transaksi yang terkait dengan investasi atau pendanaan.

Sumber :

PSAK No 207: Laporan Arus Kas – Ikatan Akuntan Indonesia (IAI)

Share:

Sabtu, 25 April 2026

BANK SOAL UTP GENAP 2026

Hallo Balance People👋
gimana nih kabarnya? 🤗🤗🤗
semoga tetap sehat selalu dan bahagia yaa

Ada kabar baik nih, bagi balance people yang ingin belajar kembali soal-soal UAP Ganjil 2026,


balance people bisa download Disini

Share:

Selasa, 14 April 2026

BALANCE FACT: PENCATATAN DAN PERHITUNGAN PIUTANG

 


PENCATATAN DAN PERHITUNGAN PIUTANG

Pengertian Piutang Usaha

 Piutang adalah suatu hak pembayaran yang dimiliki suatu entitas terhadap suatu pihak/entitas karena telah mendapatkan manfaat atas suatu produk atau jasa tetapi belum diselesaikan pembayarannya. Piutang merupakan jenis aktiva lancar karena memiliki jatuh tempo yang pendek (kurang dari satu periode pelaporan), dapat memiliki bunga dan memiliki konsekuensi atas dasar denda apabila telat dalam pembayarannya.

Klasifikasi Piutang

 Dalam sebuah entitas, piutang diklasifikasikan menjadi dua kelompok, yaitu :

1. Piutang Usaha

Piutang yang timbul dari penjualan barang atau jasa yang dihasilkan oleh entitas. Dalam kegiatan normal entitas, piutang usaha biasanya akan dilunasi dalam tempo kurang dari satu tahun sehingga piutang dikelompokkan ke dalam aset lancar.

2. Piutang Non-Usaha

Piutang yang timbul bukan sebagai bagian akibat dari penjualan barang atau jasa yang dihasilkan entitas, misalnya DP pembelian barang, klaim atas kerusakam atau kehilangan, klaim restitusi pajak, pengakuan dividen dan lain-lain.

Pencatatan, Pengukuran dan Penyajian Piutang

 Piutang dicatat dan diakui sebesar nilai bruto (nilai jatuh tempo) dikurangi dengan taksiran jumlah yang tidak akan diterima. Piutang dicatat sebesar jumlah yang diestimasi akan dapat ditagih. Karena itu dalam proses pengelolaan piutang, perusahaan harus membuat cadangan piutang tak tertagih yang merupakan taksiran jumlah piutang yang diestimasi tidak dapat ditagoh dalam periode tersebut.

Dasar Pencadangan Piutang Tak Tertagih

 Dalam menghitung estimasi piutang tak tertagoh terdapat dua dasar yang dapat dijadikan acuan, yaitu :

1. Presentasi dari total penjualan

Cadangan Kerugian Piutang tak tertagoh didasarkan pada presentase tertentu dari saldo akun penjualan pada saat cadangan kerugian tersebut ditetapkan atau pada taksiran jumlah penjualan kredit pada periode berjalan.

2. Saldo Piutang

a. Presentase Saldo Piutang, cadangan kerugian ditentukan berdasarkan saldo akun piutang pada periode perhitungan.

b. Analisis Umur Piutang, Cadangan kerugian piutang didasarkan pada besaran risiko atau kemungkinan tidak tertagih di periode berjalan.

Penghapusan Piutang

 Cadangan kerugian piutang ditetapkan pada awal periode akuntansi dan merupakan estimasi besarnya piutang tak tertagih pada suatu periode akuntansi, namun pada saat berjalannya waktu, seringkali terdapat sejumlah piutang yang tidak benar-benar tidak dapat ditagih sehingga harus dihapuskan karena berbagai alasan. Penghapusan ini akan mempengaruhi posisi dalam laporan laba rugi dan laporan posisi keuangan. Dalam menghapus piutang tak tertagih, ada dua metode yang dapat digunakan yaitu :

1. Metode Cadangan Kerugian

Metode penghapusan piutang yang dilakukan dengan cara setiap hari periode ditentukkan taksiran jumlah kerugian piutang. Taksiran piutang tak tertagih dan taksiran kerugian piutang tak tertagih ini dicatat ke rekening kerugian piutang sisi debet dan cadangan kerugian piutang di sisi kredit.

2. Metode Penghapusan Langsung (Direct Write Off)

Metode penghapusan piutang dengan cara langsung menghapusan piutang yang benar-benar tidak dapat ditagih tanpa pencadangan terlebih dahulu.

Pengendalian Internal Piutang

 Perusahan dalam menjalankan aktivitasnya untuk mencapai tujuan harus melakukan pengendalian. Pengendalian yang ditetapkan harus memberi manfaat, dalam hal ini mampu meningkatkan efektivitas serta efisensi operasi. Pengendalian juga bertujuan agar segala sesuatunya berjalan sesuai dengan perencanaan. Pengendalian dimaksud adalah pengendalian intern terhadap piutang (Basuki, 2022). Giri (2017) menyatakan pengertian piutang sebagai suatu tuntutan perusahaan kepada pelanggan maupun pihak lain untuk mendapatkan barang, jasa dan uang di masa depan yang disebabkan oleh penyerahan barang atau jasa pada masa sekarang.

Amelia Rizky Alamanda, S. M. (2022). Bandung: CV. Media Sains Indonesia.

Share:

Sabtu, 14 Maret 2026

BALANCE FACT: ASET TAK BERWUJUD


ASET TAK BERWUJUD

1. Karakteristik dan Pengakuan Aset Tak Berwujud dalam Akuntansi Keuangan
Dalam dunia bisnis modern, nilai sebuah perusahaan tidak hanya ditentukan oleh aset fisik seperti gedung atau mesin, tetapi juga oleh aset yang tidak terlihat secara kasat mata. Dalam akuntansi, hal ini dikenal sebagai Aset Takberwujud (Intangible Assets).

2. Apa Itu Aset Takberwujud?
Berdasarkan standar akuntansi yang berlaku PSAK 238 (sebelumnya PSAK 19) aset tak berwujud adalah aset non-moneter teridentifikasi tanpa wujud fisik. Agar dapat dikategorikan sebagai aset tak berwujud, suatu item harus memiliki kemungkinan besar manfaat ekonomis masa depan akan mengalir ke entitas berupa pendapatan atau mengurangi biaya di masa depan, dan biaya perolehannya dapat diukur secara andal, serta dapat dipisahkan dari entitas (dijual atau disewakan) atau timbul dari hak kontraktual/hukum.

3. Contoh Umum Aset Tak Berwujud
 Hak Paten: Hak eksklusif atas suatu penemuan teknologi atau proses.
 Hak Cipta: Perlindungan atas karya tulis, musik, atau seni.
 Merek Dagang (Trademark): Logo, nama, atau simbol unik perusahaan.
 Goodwill: Nilai lebih yang timbul saat akuisisi perusahaan lain (hanya diakui melalui transaksi pembelian).
 Lisensi dan Waralaba (Franchise): Hak untuk mengoperasikan bisnis dengan model tertentu.

4. Pengukuran dan Amortisasi
Berbeda dengan aset tetap yang mengalami penyusutan (depreciation), aset takberwujud mengalami amortisasi. Namun, perlu dicatat bahwa:
a. Masa Manfaat Terbatas: Aset seperti paten diamortisasi selama masa manfaat ekonomisnya menggunakan metode garis lurus atau saldo menurun.
b. Masa Manfaat Tak Terbatas: Aset seperti Goodwill tidak diamortisasi, melainkan harus diuji penurunan nilainya (impairment test) setiap tahun untuk memastikan nilainya tidak tercatat terlalu tinggi.

5. Pencatatan Akuntansi
Secara umum, biaya perolehan aset takberwujud mencakup harga beli dan semua biaya yang dapat diatribusikan secara langsung untuk menyiapkan aset tersebut agar siap digunakan. Jika aset dihasilkan secara internal (misal: riset dan pengembangan), biaya riset biasanya langsung diakui sebagai beban, sedangkan biaya pengembangan dapat dikapitalisasi jika memenuhi syarat teknis tertentu.

Sumber Referensi:
Ikatan Akuntan Indonesia (IAI). Pernyataan Standar Akuntansi Keuangan (PSAK) No. 238: Aset Tak berwujud.
Martani, D., dkk. (2016). Akuntansi Keuangan Menengah Berbasis PSAK. Salemba Empat.
Share:

INFO LAIN

Blog's

Diberdayakan oleh Blogger.

Blog Archive

Blogger templates