gimana nih kabarnya? 🤗🤗🤗
semoga tetap sehat selalu dan bahagia yaa
Ada kabar baik nih, bagi balance people yang ingin belajar kembali soal-soal UAP Ganjil 2026,
balance people bisa download disini
............................................................................
............................................................................
............................................................................
............................................................................
............................................................................
Ada kabar baik nih, bagi balance people yang ingin belajar kembali soal-soal UAP Ganjil 2026,
balance people bisa download disini
Hallo balance people👋
Gimana nih kabarnya? semoga baik-baik aja yaaa...
Balance people pasti udah gasabar kan pengen tau nilai akhir yang balance people dapet di lab, yukk langsung aja cek nilai semester genap kalian dan semoga hasilnya memuaskan yaa😉
Nilai Akhir Pengantar Akuntansi 2
Nilai Akhir Akuntansi Biaya 1
Nilai Akhir Akuntansi Biaya 1 (Ngulang)
Nilai Akhir Akuntansi Biaya 2
Nilai Akhir Akuntansi Koperasi
Nilai Akhir Akuntansi Koperasi (Ngulang)
Nilai Akhir Akuntansi Keuangan 1
Nilai Akhir Akuntansi Keuangan 2
Nilai Akhir Komputerisasi Akuntansi
Besar atau kecil nilai yang balance people dapat itu merupakan hasil dan usaha balance people sendiri yaa, jangan lupa apresiasikan usaha yang telah balance people berikan. Semoga balance people dapat terus mempertahankan dan meningkatkan nilai praktikumnya yaaa💫
Semangattttttt terus balance people dan selamat menjalani ujian akhir semesternya ya👋😊
PERSEDIAAN BARANG DAGANG
1. Pengertian Persediaan
Menurut PSAK 202, Persediaan adalah aset yang dimiliki untuk dijual dalam kegiatan usaha normal, dalam proses produksi untuk penjualan, atau dalam bentuk bahan dan perlengkapan yang akan digunakan dalam proses produksi atau pemberian jasa. Dalam perusahaan dagang, persediaan umumnya berupa barang yang dibeli untuk dijual kembali tanpa melalui proses produksi. Dengan demikian, persediaan memiliki peran penting sebagai sumber utama pendapatan perusahaan karena akan menghasilkan arus masuk kas melalui penjualan.
2. Ruang Lingkup Persediaan
PSAK 202 mengatur perlakuan akuntansi persediaan secara menyeluruh, mulai dari pengakuan, pengukuran, hingga pengungkapan dalam laporan keuangan. Standar ini mencakup penentuan biaya perolehan, metode penilaian persediaan, pengakuan persediaan sebagai beban (Harga Pokok Penjualan), serta perlakuan terhadap penurunan nilai persediaan. Namun, tidak semua jenis persediaan diatur dalam PSAK ini, karena beberapa aset seperti aset biologis atau instrumen keuangan diatur dalam standar lain.
3. Pengakuan Persediaan
Persediaan diakui sebagai aset jika:
Entitas memiliki kendali atas barang
Mengandung manfaat ekonomi di masa depan
Dapat diukur secara andal
Dalam praktiknya, pengakuan ini juga dipengaruhi oleh syarat penyerahan barang, seperti FOB shipping point atau FOB destination, yang menentukan kapan hak kepemilikan berpindah dari penjual ke pembeli.
4. Pengukuran Persediaan
PSAK 202 menetapkan bahwa persediaan harus diukur sebesar biaya perolehan atau nilai realisasi neto (Net Realizable Value/NRV), mana yang lebih rendah. Biaya perolehan mencakup seluruh biaya yang dikeluarkan untuk memperoleh persediaan hingga berada dalam kondisi dan lokasi siap dijual, seperti harga beli, bea impor, pajak yang tidak dapat dikreditkan, serta biaya angkut dan penanganan, setelah dikurangi diskon atau potongan pembelian.
Sementara itu, nilai realisasi neto merupakan estimasi harga jual dalam kegiatan usaha normal dikurangi biaya penyelesaian dan biaya penjualan. Prinsip ini bertujuan untuk mencegah penyajian nilai persediaan yang terlalu tinggi dalam laporan keuangan.
5. Pengakuan sebagai Beban (HPP)
PSAK 202 menyatakan bahwa ketika persediaan dijual, maka nilai tercatat persediaan tersebut harus diakui sebagai beban dalam bentuk Harga Pokok Penjualan (HPP). Hal ini menunjukkan bahwa persediaan memiliki hubungan langsung dengan laba rugi perusahaan, karena semakin besar HPP maka laba yang dihasilkan akan semakin kecil, dan sebaliknya.
6. Pengungkapan dalam Laporan Keuangan
Menurut PSAK 202 dari Ikatan Akuntan Indonesia, entitas wajib mengungkapkan:
Kebijakan akuntansi yang digunakan untuk persediaan
Metode penilaian persediaan (FIFO atau rata-rata)
Jumlah tercatat persediaan
Jumlah penurunan nilai (write-down)
Jumlah pembalikan penurunan nilai (reversal)
Kondisi atau peristiwa yang menyebabkan penurunan nilai
Persediaan yang dijadikan jaminan (jika ada)
7. Metode Penentuan Biaya Persediaan
Metode yang diperbolehkan dalam PSAK 202:
FIFO (First In First Out) → barang yang pertama dibeli dianggap dijual terlebih dahulu
Rata-rata tertimbang (Weighted Average) → biaya dihitung dari rata-rata seluruh unit
Metode yang tidak diperbolehkan dalam PSAK 202:
LIFO (Last In First Out) → Menganggap barang terakhir dibeli dijual terlebih dahulu
Alasan:
o Tidak mencerminkan aliran fisik barang
o Dapat membuat laporan keuangan kurang relevan dan tidak representative
8. Metode Pencatatan Persediaan
Terdapat 2 metode pencatatan:
1) Sistem Perpetual
Persediaan dicatat setiap transaksi
Nilai persediaan selalu update
HPP bisa langsung diketahui
Cocok untuk perusahaan besar / sistem modern
2) Sistem Periodik
Persediaan tidak dicatat setiap transaksi
Dihitung di akhir periode (stock opname)
HPP dihitung di akhir periode
Lebih sederhana, cocok usaha kecil
Sumber :
PSAK 202: Persediaan – Ikatan Akuntan Indonesia (IAI)
1. Ruang Lingkup Standar
PSAK 207 menggantikan PSAK 2 (Laporan Arus Kas). Peralihan ini mengikuti PSAK baru yang merujuk IAS 7 Statement of Cash Flows dengan nomor standar diperbarui untuk PSAK setelah harmonisasi dengan IFRS.
PSAK 207 (Laporan Arus Kas) mengatur:
Tujuan pelaporan arus kas
Definisi kas dan setara kas
Aktivitas arus kas
Penyajian aktivitas kas
Pengungkapan arus kas dari aktivitas investasi dan pendanaan
Pengungkapan arus kas ketidak-likuidan tertentu dan liabilitas pendanaan yang timbul
2. Definisi Kas, Setara Kas, dan Laporan Arus Kas
Kas merupakan uang tunai dan saldo giro yang tersedia (dapat digunakan kapan saja dan tidak perlu dikonversi terlebih dahulu) dapat berupa cash on hand atau cash in bank.
Setara kas merupakan investasi yang sangat likuid yang mudah dicairkan menjadi kas dengan risiko perubahan nilai yang tidak signifikan dan jatuh tempo tidak lebih dari 3 bulan sejak tanggal perolehan.
Laporan arus kas merupakan merupakan laporan yang menyajikan informasi mengenai arus masuk dan arus keluar kas dan setara kas selama suatu periode, yang diklasifikasikan berdasarkan aktivitas operasi, investasi, dan pendanaan.
Secara sederhana, laporan arus kas menjelaskan dari mana kas diperoleh dan untuk apa kas digunakan dalam satu periode akuntansi.
3. Tujuan Laporan Arus Kas
Menurut PSAK 207, informasi tentang arus kas suatu Perusahaan berguna bagi para pemakai laporan keuangan sebagai dasar untuk menilai kemampuan Perusahaan dalam menghasilkan kas dan setara kas, serta menilai kebutuhan perusahaan dalam menggunaan arus kas tersebut. Dalam proses pengambilan Keputusan ekonomi, para pemakai perlu melakukan evaluasi terhadap kemampuan perusahaan dalam menghasilkan kas dan setara kas serta kepastian perolehannya. Selain itu, tujuan laporan arus kas juga adalah sebagai berikut:
Menilai kemampuan perusahaan menghasilkan kas dan setara kas
Menilai kemampuan perusahaan memenuhi kewajiban jangka pendek
Menilai kebutuhan perusahaan terhadap penggunaan kas
Membantu pengguna laporan keuangan dalam menilai likuiditas dan solvabilitas
Menjadi dasar evaluasi kinerja keuangan Perusahaan
4. Klasifikasi Arus Kas
PSAK 207 menetapkan tiga kelompok utama arus kas berdasarkan aktivitas yaitu:
Arus Kas dari Aktivitas Operasi:
Arus kas yang berasal dari aktivitas utama entitas menghasilkan pendapatan.
Arus Kas dari Aktivitas Investasi:
Arus kas yang berkaitan dengan perolehan dan pelepasan aset jangka panjang dan investasi lain selain kas & setara kas.
Arus Kas dari Aktivitas Pendanaan
Arus kas yang berasal dari perubahan ukuran dan komposisi modal penyandang dana dan pinjaman perusahaan.
5. Penyajian Arus Kas
Metode Langsung (Direct Method)
Menurut PSAK 207, arus kas dari aktivitas operasi dapat disajikan dengan metode langsung, yaitu mencatat arus kas masuk dan keluar secara bruto dari aktivitas operasi yang utama (misalnya kas diterima dari pelanggan, kas dibayarkan ke pemasok dan karyawan).
Metode Tidak Langsung (Indirect Method)
PSAK 207 juga memperbolehkan metode tidak langsung untuk arus kas dari aktivitas operasi. Metode ini memulai dari laba atau rugi akuntansi, lalu disesuaikan untuk transaksi nonkas seperti penyusutan, akrual, dan transaksi yang terkait dengan investasi atau pendanaan.
Sumber :
PSAK No 207: Laporan Arus Kas – Ikatan Akuntan Indonesia (IAI)
Ada kabar baik nih, bagi balance people yang ingin belajar kembali soal-soal UAP Ganjil 2026,
balance people bisa download Disini
PENCATATAN DAN PERHITUNGAN PIUTANG
Pengertian Piutang Usaha
Piutang adalah suatu hak pembayaran yang dimiliki suatu entitas terhadap suatu pihak/entitas karena telah mendapatkan manfaat atas suatu produk atau jasa tetapi belum diselesaikan pembayarannya. Piutang merupakan jenis aktiva lancar karena memiliki jatuh tempo yang pendek (kurang dari satu periode pelaporan), dapat memiliki bunga dan memiliki konsekuensi atas dasar denda apabila telat dalam pembayarannya.
Klasifikasi Piutang
Dalam sebuah entitas, piutang diklasifikasikan menjadi dua kelompok, yaitu :
1. Piutang Usaha
Piutang yang timbul dari penjualan barang atau jasa yang dihasilkan oleh entitas. Dalam kegiatan normal entitas, piutang usaha biasanya akan dilunasi dalam tempo kurang dari satu tahun sehingga piutang dikelompokkan ke dalam aset lancar.
2. Piutang Non-Usaha
Piutang yang timbul bukan sebagai bagian akibat dari penjualan barang atau jasa yang dihasilkan entitas, misalnya DP pembelian barang, klaim atas kerusakam atau kehilangan, klaim restitusi pajak, pengakuan dividen dan lain-lain.
Pencatatan, Pengukuran dan Penyajian Piutang
Piutang dicatat dan diakui sebesar nilai bruto (nilai jatuh tempo) dikurangi dengan taksiran jumlah yang tidak akan diterima. Piutang dicatat sebesar jumlah yang diestimasi akan dapat ditagih. Karena itu dalam proses pengelolaan piutang, perusahaan harus membuat cadangan piutang tak tertagih yang merupakan taksiran jumlah piutang yang diestimasi tidak dapat ditagoh dalam periode tersebut.
Dasar Pencadangan Piutang Tak Tertagih
Dalam menghitung estimasi piutang tak tertagoh terdapat dua dasar yang dapat dijadikan acuan, yaitu :
1. Presentasi dari total penjualan
Cadangan Kerugian Piutang tak tertagoh didasarkan pada presentase tertentu dari saldo akun penjualan pada saat cadangan kerugian tersebut ditetapkan atau pada taksiran jumlah penjualan kredit pada periode berjalan.
2. Saldo Piutang
a. Presentase Saldo Piutang, cadangan kerugian ditentukan berdasarkan saldo akun piutang pada periode perhitungan.
b. Analisis Umur Piutang, Cadangan kerugian piutang didasarkan pada besaran risiko atau kemungkinan tidak tertagih di periode berjalan.
Penghapusan Piutang
Cadangan kerugian piutang ditetapkan pada awal periode akuntansi dan merupakan estimasi besarnya piutang tak tertagih pada suatu periode akuntansi, namun pada saat berjalannya waktu, seringkali terdapat sejumlah piutang yang tidak benar-benar tidak dapat ditagih sehingga harus dihapuskan karena berbagai alasan. Penghapusan ini akan mempengaruhi posisi dalam laporan laba rugi dan laporan posisi keuangan. Dalam menghapus piutang tak tertagih, ada dua metode yang dapat digunakan yaitu :
1. Metode Cadangan Kerugian
Metode penghapusan piutang yang dilakukan dengan cara setiap hari periode ditentukkan taksiran jumlah kerugian piutang. Taksiran piutang tak tertagih dan taksiran kerugian piutang tak tertagih ini dicatat ke rekening kerugian piutang sisi debet dan cadangan kerugian piutang di sisi kredit.
2. Metode Penghapusan Langsung (Direct Write Off)
Metode penghapusan piutang dengan cara langsung menghapusan piutang yang benar-benar tidak dapat ditagih tanpa pencadangan terlebih dahulu.
Pengendalian Internal Piutang
Perusahan dalam menjalankan aktivitasnya untuk mencapai tujuan harus melakukan pengendalian. Pengendalian yang ditetapkan harus memberi manfaat, dalam hal ini mampu meningkatkan efektivitas serta efisensi operasi. Pengendalian juga bertujuan agar segala sesuatunya berjalan sesuai dengan perencanaan. Pengendalian dimaksud adalah pengendalian intern terhadap piutang (Basuki, 2022). Giri (2017) menyatakan pengertian piutang sebagai suatu tuntutan perusahaan kepada pelanggan maupun pihak lain untuk mendapatkan barang, jasa dan uang di masa depan yang disebabkan oleh penyerahan barang atau jasa pada masa sekarang.
Amelia Rizky Alamanda, S. M. (2022). Bandung: CV. Media Sains Indonesia.