Konsep Dasar Nilai Wajar
Nilai wajar adalah harga jual suatu aset di pasar saat ini pada kondisi transaksi bisnis normal. Mari gunakan analogi sederhana. Bayangkan kamu membeli laptop seharga sepuluh juta rupiah tahun lalu. Jika kamu menjualnya hari ini, harga pasarnya berpeluang turun menjadi enam juta rupiah. Angka enam juta rupiah inilah nilai wajarnya.
Metode ini sangat berbeda dengan basis biaya historis. Biaya historis selalu mencatat aset pada harga beli awal berapapun nilai pasar saat ini. Standar akuntansi kini mewajibkan pencatatan investasi tertentu menggunakan nilai wajar. Investasi ini secara khusus meliputi sekuritas trading dan sekuritas yang tersedia untuk dijual. Aset fisik seperti persediaan barang dagang dan mesin pabrik tetap menggunakan basis biaya historis. Pengatur standar akuntansi menyukai metode ini untuk menyajikan informasi harga aset yang paling mendekati realitas pasar terkini.
Dampak pada Laporan Keuangan
Penggunaan nilai wajar untuk menilai asset dan liabilitas memengaruhi laporan keuangan. Secara khusus, laporan posisi keuangan dan laporan laba rugi dapat terpengaruh.
1. Laporan Posisi Keuangan.
Kita wajib mencatat selisih perubahan nilai aset dari periode sebelumnya. Untuk penyesuaian sekuritas trading, kamu menggunakan bantuan akun penyisihan investasi. Akun penyisihan investasi trading, digunakan sebelumnya untuk menyesuaikan sekuritas trading pada nilai wajarnya. Untuk sekuritas yang tersedia untuk dijual, kita wajib mencatat perubahan fluktuasi nilainya pada komponen ekuitas pemegang saham melalui pos penghasilan. komprehensif lain.
2. Laporan Laba Rugi.
Kita harus langsung memasukkan setiap fluktuasi harga pasar pada sekuritas trading sebagai laba atau rugi di periode berjalan. Catat laba rugi ini dengan status belum direalisasi jika kita belum benar menjual aset tersebut kepada pihak lain. Metode ini digambarkan sebelumnya untuk sekuritas trading.
Dalam PSAK 68 pengukuran nilai wajar memberikan panduan cara pengukuran nilai wajar. PSAK 68 diadopsi dari IFRS 13 Fair Value Measurement. Nilai pasar adalah satu jenis nilai wajar yang terdapat dalam standar ini. Jika nilai pasar tidak tersedia, PSAK 68 memperbolehkan jenis lainnya untuk pengukuran nilai wajar.
Sumber
Carl S. Warren, J. M. (2020). Pengantar Akuntansi 2. Jakarta: Salemba Empat.










